span.fullpost {display:none;}

ASI dan sgala permasalahannya

Wadah Ini diciptakan utk inspirasi dan motivasi Gerakan Menyusui demi memperjuangkan Hak Asasi stiap bayi baru lahir sampai kapanpun utk mendapatkan ASI dan berjuta2 manfaatnya yg sudah diciptakan olehhNYA, Keep Breastfeeding !

Friday, October 20, 2006

Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Kami


Dear friends,
Selamat datang di Blog ini jgn heran di blog ini penuh dgn informasi ttg ASI ;))
gw pgn turut serta menyemarakkan kampanye ASI. insyallah Lillahi ta'ala ....

mungkin bagi sebagian orang ini hal yg aneh...koq rajin bgt bikin blog ttg ASI, siapa elu??...
aah apa sih ASI ga pentingg!!...ngapain baca yg bgiian....anak gw minum formula koq...
silahkan friends...ndak apa2 koq....tapi liat aja sbntar yaaah....berguna utk lingkungan koq ;) peace ...

yaa...gw ngerti ...jaman sekarang makin maraknya susu formula dr iklan resmi sampe iklan terselubung, sampe2 masyarakat melupakan kewajibannya 'menyusui' sebagai ibu baru. sampe2 susu formula di anggap jd 'dewa' nya susu, Hak personal dong??...

oke...itu hak personal, tp pernahkah terpikirkan bayi baru lahir mempunyai HAK utk mendapatkan ASI?
tahukan bahwa ASI yg tidak lancar dipengaruhi oleh hormon Oxytocin yg dipengaruhi jg oleh perasaan dan pikiran si ibu itu sendiri? ato dipngaruhi oleh keluarga yg tidak mendukung?
dipengaruhi oleh sang ibu dan kel yg mempunyai informasi yg minim di dalam masyarakat sekarang ini?? ....

Ya ALLAH miris dan sedih dgrnya .....
Kalian tau berjuta2 manfaat dr kandungan ASI ? tidak ada yg akan
menandingi kualitas ASI itu sendiri,
wlpn seorang ibu dlm keadaan kurang gizi sekalipun (kecl.yg mengalami malnutrisi berat),
wlpn ASI basi (lwt bbrp jam) sekalipun, sungguh luar biasa...subhanallah...
ASI itu insyallah msh jauuuh Lebih Baik dr susu formula....

* Bayangkan jumlah ASI 1 sendok Teh = 30cc susu formula ??
Hebatnya lg 1sdt terserap sempurna di tubuh Bayi krn ASI utk anak manusia dibandingkan
susu formula yg 30cc itu tidak tentu dpt terserap sempurna oleh tubuh bayi malahan
terbuang percuma lwt feces (maaf) bayi krn susu sapi utk anak sapi kaan?
* susu formula khusus bagi ibu2 yg tidak bisa menyusui anaknya krn mengalami
sakit parah ato alasan2 yg tidak memungkinkan anak berdekatan dgn ibunya.
*sibuk? kembali bekerja? msh banyak jalan Moms...insyallah jika niat pasti bisa.
pengalaman gw, sampe hrs bertaruh dgn posisi di kantor dan berhadapan
dgn orang2 yg ingin menjatuhkan gw? alhamdulillah ... 'kegiatan Perah ASI' dikantor gw ga sia2....

dan Alhamdulillah GW BISA dgn sgala rintangan dan hambatan
memang sangat sulit jika tdk ada niat yg bnr2 ikhlas ....

Ayooo kita berikan yg terbaik utk sang anak. Insyallah .....
ALLAH Maha Menciptakan sesuatunya dan pasti berguna bagi ciptaanNYA,
menyusui adalah ibadah, menyusui berarti memberikan Hak kepada Bayi baru lahir,
menyusui mencegah kanker rahim, dan banyak lagi kegunaan2
dr menyusui selain dr manfaat ASI itu sendiri.

ok Let's start from Now....
Ayoo berikan informasi yg terbaik ttg ASI kpd keluarga, lingkungan anda ...
insyallah bermanfaat dan berpahala.....


love,
Keep Breastfeeding Moms ?!

*masih banyak informasi2 seputar ASI, insyallah selalu ter up date*



Read more!

Tuesday, October 10, 2006

Oxytocin: The Love Hormone


The Love Hormones
Menurut Michel Odent, ada beberapa hormone yang dia sebut sebagai love hormone yang fungsinya saling menunjang.
Termasuk dalam Coctail ini adalah Prolaktin (the mothering hormone, dalam tataran breastfeeding hormone inilah yang merangsang diproduksinya ASI), Endorphins (hormone yang morphin-like yang berfungsi sebagai pain-relief dalam proses melahirkan) dan Oksitosin (hormone utama dalam proses persalinan).

Campuran love hormones ini terutama dilepaskan semasa love-making activity dan pada semua tahap reproduktif termasuk menstruasi, ovulasi, orgasme, ejakulasi sperma dan pengeluaran breastmilk.Produksi Oksitosin, Oksitosin adalah suatu mammalian hormone yang juga berfungsi sebagai neurotransmitter di otak.
Pada wanita, hormone ini dilepaskan oleh otak terutama setelah pelebaran cervix dan vagina yang berfungsi untuk memfasilitasi proses melahirkan serta setelah adanya stimulasi pada nipples dalam proses menyusui. Hormon ini diproduksi di bagian yang paling primitive dan dalam pada pada otak manusia yaitu hipotalamus.

Bagian otak ini aktif bekerja untuk memproduksi oksitosin ketika seorang wanita sedang dalam proses melahirkan.Kinerja Oksitosin Kalo dipilah-pilah kita bisa melihat aksi kinerja hormone ini satu-persatu:

1. Pada proses persalinan. Merangsang terjadinya kontraksi yang penting dalam proses pembukaan vagina (cervical dilatation) sebelum melahirkan dan pada tahap kedua dan ketiga proses persalinan.

2. Oksitosin dikeluarkan kedalam aliran darah saat orgasme baik pada pria ataupun wanita (Charmichael et al 1987). Pada pria hormone ini memfasilitasi transportasi sperma pada ejakulasi. Contohnya: perasaan hangat penuh kasih sayang yang di rasakan terhadap pasangan setelah berhubungan seksual.
Perasaan ini adalah hasil dari efek altruistic yang di hasilkan oleh oksitosin selama proses seksual, terutama saat orgasme.

3. Oksitosin juga membantu mengembalikan uterus pada ukuran yang sebelumnya dan membantu menghentikan pendarahan pasca persalinan, terutama pada wanita yang menyusui bayinya. Itulah sebabnya pada minggu2 pertama menyusui dirasakan adanya kontraksi rahim yang kadang pada beberapa orang menimbulkan rasa sakit.

4. Let-down Reflex. Pada wanita yang menyusui, oksitosin beraksi pada `mammary glands yang menyebabkan ASI di'turunkan' (let-down) dari tempat penampungan sehingga bisa dihisap di puting.

5. Oksitosin dan Breastfeeding Pernah lihat video tentang bayi baru lahir yang ditaruh di atas perut ibunya kemudian dia crawling mencari payudara ibunya dan berusaha mengisap nipple (rasanya ini selalu diputar saat acara pesat topic feeding)?

Tingginya level oksitosin menyebabkan ibu menjadi familiar dengan `bau' bayinya yang baru lahir dan seketika itu juga sang ibu akan lebih memilih dan mengenali bau bayinya daripada bau bayi2 lain. Ketika bayi lahir menempel padanya `bau' unik dari amniotic fluidnya. Bau ini membantu dia untuk mencari putting ibunya, yang mana memiliki bau yang serupa. Bahkan bau ini menenangkan bayi pada hari2 pertama kelahirannya.

Ketika bayi diberikan kesempatan untuk menyusui di menit2 pertama setelah kelahirannya menyebabkan oksitosin berproduksi pada level yang tertinggi baik pada ibu dan bayinya, dimana hal ini menstimulasi proses let-down refleks ketika menyusui.

Bila hormone prolaktin berfungsi dalam produksi susu dan di stimulasi oleh isapan bayi pada putting ibunya, maka oksitosin lah yang bertugas mengeluarkan ASI yang ada dari reservoir.Walaupun bayi memproduksi oksitosin sendiri pada saat menyusui, sang ibu juga mentransfer oksitosin ini pada bayi melalui ASI-nya.

Maka hal ini meningkatkan rasa nyaman dan kedekatan antara ibu dan anak. Menurut hemat saya sih ini boleh dikatakan sebagai salah satu keuntungan menyusui yang lain mengingat lifelong advantage yang ditawarkan oleh hormone oksitosin ini.

Oksitosin dan Parenting Segera setelah kelahiran si bayi adalah masa dimana wanita paling banyak memproduksi oksitosin dalam hidupnya. Hal ini karena alam telah mengatur ibu dan anak untuk merasa saling jatuh cinta – suatu stimulus yang kuat dalam terbentuknya hubungan kasih sayang dan cinta yang berperan pada aspek kesehatan, perlindungan dan kelangsungan hidup si bayi. Dipercaya bahwa tingginya level hormone oksitosin pada ibu dan bayinya pada saat kelahiran memerankan peranan penting pada terbentuknya capacity of love diantara keduanya.Oksitosin beserta love hormone tersebut juga yang menyebakan terbentuknya attachment dan bonding. Oksitosin dalam hal ini dilepaskan sebagai respon terhadap kontak social, terutama pada skin to skin contact. Oleh sebab itu hormon ini sebenernya dilepaskan setiap saat kita memeluk bayi kita terutama pada saat menyusui.Dalam attachment parenting yang selalu mengajurkan intensitas kedekatan fisikal dengan bayi kita, misalnya sharing tempat tidur alias bedding-in adalah salah satu cara untuk merangsang produksi love hormone.

Setelah melahirkan seorang ibu tetap menghasilkan oksitosin pada tingkat yang tinggi sebagai hasil dari menyusui dan memeluk bayinya, jumlah yang diproduksi tergantung pada intensitas kontak antara ibu dan bayinya. Kondisi hormonal inilah yang menimbulkan perasaan tenang dan bahagia. Pada ibu yg menyusui ditemukan level oksitosin lebih tinggi dibandingkan pada ibu yang tidak menyusui..

Kontak fisik yang teratur dan terus menerus dan aktivitas parenting yang lain dari orang tua menghasilkan peningkatan level oksitosin yang tetap, dimana bisa menurunkan stress hormone pada bayi. Penelitian psikologi menunjukkan bahwa tinggi atao rendahnya oksitosin pada anak akan mengontrol pengaturan stress pada otak bayi dimana hal ini meningkatkan karakteristik `securely attached' atau "insecure' pada masa remaja dan dewasa.

Karakteristik insecure ini termasuk didalamnya adalah tingkah laku antisocial, agresif, kesulitan dalam membentuk hubungan dengan orang lain, mental illness dan penanganan stress yang buruk.Pada ayah pun oksitosin juga berproduksi pada saat menjelang bulan2 terakhir kehamilan sang istri, juga ketika ayah meluangkan waktu yang cukup untuk berhubungan dengan anaknya maka oksitosin akan mendorongnya untuk lebih terlibat dalam aktivitas caring ini. Maka sebenernya breastfeeding father tuh alami juga… Maka kedekatan dan sentuhan antara bayi dan orang tua – ayah dan ibu nya – mampu menciptakan family bonding dengan keuntungan jangka panjang seperti yang disebutkan diatas.

Bahkan dalam penelitian2 terakhir di Negara maju, disebutkan bahwa oksitosin juga bertanggung jawab pada terbentuknya trust pada bayi dari hasil interaksinya dengan orang tuanya. Ini sejalan dengan ingat teori social trust-nya Erik Erikson, masih ingat kah? Menurut erikson, bayi akan membetuk sense of trust bila ada kesinambungan pada aktivitas caring-nya, pemenuhan yang segera terhadap kebutuhan mereka dan aksi dan respons yang resiprokal dan bisa diprediksi dari orang tuanya.

Singkatnya,bayi membentuk trust bila mereka diberikan alasan. Dengan semua kemampuannya itu oksitosin adalah satu diantara banyak `ramuan' yang digunakan oleh alam untuk memastikan bayi kita mendapatkan cinta dan kasih sayang yang diperlukan.Sayangnya, selama abad terakhir orangtua telah didorong oleh industry-educated `expert' untuk mengindahkan setiap insting mereka untuk memberikan respon pada ilmu parenting yang siap diberikan oleh si bayi melalui tangisan dan kebutuhannya akan dekapan. Masih banyak bahkan yang bilang kalo bayi nangis jangan cepet2 digendong nanti bikin manja….?

SumberBaby Matter: What your doctor may not tell you about caring for your baby, Dr. Linda Falden Palmer, 2000.The Science of Parenting, Susan Sunderland, 2006Science-Spirit – www.science-spirit.org magazine.WikipediaDisadur n diterjemahkanleh ariendra_m" ariendra_m@yahoo.com




Read more!

Friday, September 15, 2006

Bayi ASI eksklusif perlu minum air gak ya ?!

Sumber Artikel : http://www.kellymom.com/nutrition/solids/baby-water.html
(Diterjemahkan bebas dari artikel "Guidelines for offering water to breastfed babies" oleh Luluk Lely Soraya I, September 2006)

Tentu saja tidak perlu ! Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif tidak perlu minum air. Ingat loh, ASI mengandung 88% air. Meskipun kolostrum jumlahnya sedikit, bayi tetap tidak membutuhkan ekstra air. Menurut American Academy of Pediatrics, "Suplemen (air, air gula, susu formula dan cairan lainnya) sebaiknya tidak diberikan ke bayi ASI eksklusif, kecuali jika instruksi dari dokter atas dasar indikasi medis. Selama 6 bulan pertama kehidupan bayi, air ataupun cairan lain sama sekali tidak diperlukan oleh bayi ASI eksklusif meskipun udara panas. Ingat pemberian cairan tsb dapat mengundang masuknya kuman atau alergen."

Selain itu, bayi ASI eksklusif TIDAK membutuhkan air ketika udara amat sangat panas (dg asumsi bayi disusui sesering yang ia mau). Bayi mendapat kecukupan cairan dari ASI. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi ASI eksklusif sama sekali tidak membutuhkan ekstra cairan. Penelitian ini dilakukan di berbagai lokasi berbeda (baik yang berudara lembab atau kering) dg suhu ruang berkisar 22-41°C (71.6-105.8°F) dan tingkat humiditas sekitar 9-96%.

Catatan :

Bayi yang mendapatkan susu formula juga tidak membutuhkan ekstra air. Beberapa sumber menyarankan agar memberikan air untuk bayi susu formula jika udara sangat panas (meskipun yg terbaik adalah lebih sering memberikan susu formula untuk mendapatkan ekstra cairan), atau jika bayi demam (konsultasikan dengan dokter anak).

Untuk bayi baru lahir (khususnya bayi berusia <>

a.. Bayi dibawah umur 2 bulan sebaiknya tidak diberikan ekstra cairan.

b.. Pemberian ekstra air seringkali dihubungkan dengan kenaikan kadar bilirubin pada bayi kuning.

c.. Terlalu banyak cairan dapat memicu kondisi lebih serius, seperti Oral Water Intoxication (lihat oral water intoxication).

d.. Pemberian air (yg jelas tidak mengandung kalori) akan membuat bayi kenyang, sehingga bayi dapat malas menyusu. Efeknya tentu saja resiko berat badan menurun dapat terjadi.

e.. Karena bayi kenyang minum air, maka jelas ia makin malas menyusu. Akibatnya produksi ASI akan menurun seiring dg makin jarangnya bayi menyusu.

Untuk bayi lebih besar (bayi <>

a.. Terlalu banyak air dapat membuat bayi kenyang dan malas menyusu. Seluruh kebutuhan nutrisi dan kalori yang dibutuhkan bayi ASI eksklusif terdapat dalam ASI.

b.. ASI memiliki kadar air yang amat sangat mencukupi kebutuhan cairan bayi, meski udara sangat panas.

Begitu bayi sudah mulai mendapatkan MPASI (diatas usia 6 bulan), ibu dapat memberikan MPASI atau air pada campuran makanannya.




Read more!

ASIku basi !

Ditranslate dari artikel "Frozen Breastmilk Stinks!"
http://www.breastfeeding.com/helpme/helpme_asklc_ans135.html

NAMA IBU: Susan
NAMA BAYI : Gia
UMUR BAYI: 6 bulan

PERTANYAAN:

Saya ingin bertanya tentang ASI peras yg dibekukan. Saat saya kembali bekerja, saya membuat stok ASI dalam freezer. Ketika saya cairkan, saya mencium bau aneh seperti bau logam. Saat saya coba rasakan ternyata memang rasanya spt logam. ASI tsb terasa gak enak, meskipun tidak asam. Tadinya saya pikir karena ASInya masih beku. Namun saat ASI tsb dicairkan, rasa dan baunya sama, spt logam. Akhirnya saya putuskan untuk membuang ASI tsb. Keesokannya saya mulai membuat stok ASI lagi dan saya memastikan menyimpannya dalam wadah yg baik (kantung khusus ASI dari Medela). Namun yg terjadi hal yg sama, hingga akhirnya saya buang lagi. Saya jadi bingung apakah ASI saya memang bermasalah ?! Padahal ASI yg baru diperas tidak memiliki bau ataupun rasa spt itu.

JAWABAN :

Dear Susan,
Kemungkinan masalahnya ada di ASInya ataupun freezer tempat menyimpan ASI. Beberapa ibu memiliki ASI dengan kandungan lipase lebih banyak dari ibu-ibu lainnya. Enzim lipase ini akan memecahkan lemak dalam ASI. Ini lah yg menyebabkan rasa dan bau dari ASI menjadi jelek.

Sekarang coba lakukan eksperimen ini. Coba didihkan ASI sebentar saja. Kemudian bekukan ASI tsb. Setelah itu pernahkah anda mencoba memberikannya ke bayi anda ? Hampir dapat dipastikan bayi anda tidak peduli dg perubahan rasa tsb. (Berbeda jika kita mencoba beberapa susu formula dalam kurun waktu singkat, bayi relatif akan menolaknya).

Pertanyaan selanjutnya, apakah anda menaruh ASI beku di dinding freezer ?! Jika ya, bisa jadi hal ini yg membuat rasa dan bau dari ASI berubah. Apalagi jika kulkas anda memiliki siklus defrost yg otomatis. Jangan pernah menaruh ASI pada dinding freezer.

Satu hal lagi, tahukah anda bahwa ASI dapat disimpan di refrigerator (kulkas bawah) selama 8 hari?! OK selamat mencoba !

Cher Sealy RN, BSN, IBCLC, LLLL
Diterjemahkan bebas oleh Luluk Lely Soraya I, March 2006

--------------------------------------------------------------------------------
ASI peras/pompa saya berbau tidak sedap. Apa yg harus saya lakukan ?
http://www.kellymom.com/bf/pumping/lipase-expressedmilk.html

Pada dasarnya ASI memang memiliki rasa dan bau yg agak asam - mirip dengan susu sapi yg diasamkan. Jika ASI anda berbau agak asam, maka ASI tsb relatif aman diberikan ke bayi.

Jika anda kerapkali menemukan ASI peras yg didinginkan berbau atau terasa tidak sedap, cobalah utk memeriksa kembali tatacara menyimpan ASI anda selama ini. Hal ini untuk memastikan apakah ada hal-hal yg dapat mempengaruhi rasa ataupun bau dari ASI :

· Wadah penyimpanan: Berbagai wadah tempat penyimpanan yg tidak mudah rusak sebaiknya digunakan utk menyimpan ASI. Seperti botol kaca, botol plastik, ataupun kantung khusus ASI. Wadah terbaik adalah yg terbuat dari kaca atau food-grade polypropylene atau polybutylene. Kantung dari polyethylene (spt bottle liners) kurang menyimpan nutrien ataupun kandungan imun dari ASI. Tidak sebaik wadah yg terbuat dari kaca ataupun polybutylene. (Jones & Tully 2005).

a.. Jika anda menggunakan botol susu (yg terbuat dari plastik), cobalah untuk menggunakan kantung khusus ASI.
b.. Jika anda biasa menggunakan plastik, cobalah menggunakan kaca.

a.. Kondisi saat menyimpan :
a.. Apakah anda berencana utk membekukan ASI ? Jika anda tidak berencana utk memberikan ASI peras pd bayi anda dalam 5-8 hari kedepan, segeralah bekukan ASI begitu selesai diperah. Saat memberikan, segera berikan ke bayi anda segera setelah dicairkan (tapi sebaiknya <>Lipase adalah enzim yg umumnya terdapat pada ASI dan memiliki beberapa manfaat seperti:

· Lipase akan membantu lemak ASI tercampur dg baik (ter-emulsi sempurna) dengan kandungan protein "whey" dalam ASI. Sehinggalemak tsb akan dipecah menjadi molekul-molekul kecil yg mudah dicerna secara sempurna oleh pencernaan bayi (Lawrence & Lawrence, hal. 156).

a.. Lipase juga membantu memecahkan lemak dalam ASI, sehingga nutrien yg larut dalam lemak (mis. vitamin A & D) dan asam lemak (yg membantu melindungi bayi dari penyakit) akan mudah didapatkan oleh bayi (Lawrence & Lawrence, hal. 156).

a.. Kandungan utama dari lipase di lemak ASI, yaitu bile salt-stimulated lipase (BSSL), "dianggap sebagai faktor utama yg dapat me-nonaktif-kan protozoa. Sehingga jelas bayi terlindungi dari infeksi. (Lawrence & Lawrence, hal. 203).
Menurut Lawrence & Lawrence (hal.158), jumlah BSSL dalam ASI relatif tetap dan tidak berubah dari waktu ke waktu sejak awal masa menyusui. Ada penelitian yg menunjukkan bawah ibu yang kekurangan gizi memiliki kandungan lipase lebihrendah makin harinya.

Apa yg dapat saya lakukan jika memang lipase saya berlebih ? Begitu ASI mulai terasa/berbau asam atau tengik, tidak ada cara untuk mencegahnya. Namun demikian, ASI yg baru saja diperas dapat disimpan, namun sebelumnya dipanaskan (hingga hampir mendidih) agar lipase berhenti bekerja (inactivated) sehingga proses pemecahan lemak terhenti. Panaskan ASI segera setelah diperah.

Cara memanaskan ASI :

· Panaskan ASI pada suhu 180 F (82 C), atau hingga tampak sedikit gelembung di pinggir panci (JANGAN sampai mendidih secara keseluruhan).

· Segera dinginkan dan simpan ASI.

Pemanasan ini akan merusak kandungan zat anti infeksi dalam ASI dan menurunkan kandungan nutrien dalam ASI, tetapi tidak menjadi masalah utk beberapa stok ASI. Kecuali jika seluruh stok ASI diperlakukan spt itu (dipanaskan dan dibekukan).

Menurut Lawrence & Lawrence, bile salt-stimulated lipase (BSSL) dalam ASI dapat juga dirusak pada pemanasan suhu 144.5 F (62.5 C) selama 1 menit (hal. 205), atau pada 163 F (72 C) selama lebih dari 15 detik (p. 771).

Prosedur tsb diatas dilakukan HANYA jika ASI beku ibu SELALU berbau / terasa asam & tengik.
---------------------------------------------------------------------
Jangan mengocok ASI

Linda J. Smith, BSE, FACCE, IBCLC
http://www.bflrc.com/ljs/breastfeeding/shakenot.htm

Mengapa sebaiknya tidak dilakukan ?
Karena saat ASI peras dikocok (saat menghangatkan atau mendinginkan) akan mengubah bentuk molekul dari protein penting dalam ASI, dan yg tersisa hanya asam amino. Laktoferin, lisosim dan komponen penting lainnya hanya bekerja jika struktur molekul mereka tetap. Meskipun ada juga beberapa komponen yg tetap utuh molekulnya, meski dibekukan, dikocok ataupun dihangatkan. Komponen-komponen penting tsb tidak hanya melindungi saluran cerna dari berbagai infeksi, tetapi juga melindungi saluran cerna dari inflamasi. Namun demikian meskipun molekulnya terpecah, asam amino tsb tetap nutrisi yg baik dan dicerna oleh bayi.
Ilustrasinya stp berikut. Bayangkan butiran-butiran kacang kulit (pop-bead) yg dijadikan kalung atau gelang. Saat butiran-butiran tsb menjadi satu sbg gelang ataupun kalung, mereka berfungsi menjadi pelindung yg baik. Namun saat butiran-butiran tsb lepas dari kulitnya, maka masing-masing butiran tsb akan tetap dapat dicerna dg baik. Terlebih lagi, sel-sel tsb adalah sel hidup yg tentu bermanfaat bagi bayi.

Satu lagi kelebihan ASI, meskipun tidak utuh lagi struktur molekulnya, komponen tsb tetap dapat bermanfaat bagi tubuh. Berbeda dg susu formula, yg tidak dapat menyamai hal ini. Bahkan dalamsusu formulapun tidak ada sel hidup spt dalam ASI.
Karena itu, perlakukanlah ASI dengan baik & tepat. ASI lebih dari sekedar nutrisi sempurna utk bayi, tetapi juga sebagai pelindung bayi dari berbagai penyakit infeksi.

Diterjemahkan bebas oleh Luluk Lely Soraya I, March 2006

© 1998 Linda J. Smith, BSE, FACCE, IBCLC
Additional information
Breastmilk Storage & Handling @

* Common Concerns When Storing Human Milk by Cindy Scott Duke, from New Beginnings, Vol. 15 No. 4, July - August 1998, p. 109.
* Funny Milk from Lactation Education Resources discusses milk that looks or smells unusual
* Soapy aftertaste to breast milk Q&A by Debbi Donovan, IBCLC
* Frozen breast milk: My baby is very unhappy with the taste Q&A by Debbi Donovan, IBCLC
* Storage and Handling of Breastmilk by Becky Flora, BS, IBCLC (see "What about soured or "off" milk?")

References
* Berkow SE, Freed LM, Hamosh M, Bitman J, Wood DL, Happ B, Hamosh P. Lipases and lipids in human milk: effect of freeze-thawing and storage. Pediatr Res. 1984 Dec;18(12):1257-62.
* Bitman J, Wood DL, Mehta NR, Hamosh P, Hamosh M. Lipolysis of triglycerides of human milk during storage at low temperatures: a note of caution. J Pediatr Gastroenterol Nutr. 1983;2(3):521-4.
* Dupuy P, Sauniere JF, Vis HL, Leclaire M, Lombardo D. Change in bile salt dependent lipase in human breast milk during extended lactation. Lipids. 1991 Feb;26(2):134-8.
* Freed LM, Berkow SE, Hamosh P, York CM, Mehta NR, Hamosh M. Lipases in human milk: effect of gestational age and length of lactation on enzyme activity. J Am Coll Nutr. 1989 Apr;8(2):143-50.
* Hamosh M, Dewey KG, Garza C, et al. Nutrition During Lactation. Institute of Medicine, Washington, DC, National Academy Press, 1991. pp. 138.
* Jones F, Tully MR. Best Practice for Expressing, Storing and Handling Mother's Milk in Hospitals, in Homes and in Daycares. Raleigh, NC: Human Milk Banking Association of North America, 2005: 14-15, 20.
* Lawrence R, Lawrence R. Breastfeeding: A Guide for the Medical Profession, 6th ed. Philadelphia, Pennsylvania: Mosby, 2005: 156-158, 203-205, 771, 781.
* Lawrence RA. Storage of human milk and the influence of procedures on immunological components of human milk. Acta Paediatr Suppl. 1999 Aug;88(430):14-8.
* May JT. Table 7: Effect of heat treatment or storage on antimicrobial factors in human milk. From: May JT. Molecular Virology: Tables of Antimicrobial Factors and Microbial Contaminants in Human Milk. Accessed 9/8/05.
* May JT. Antimicrobial properties and microbial contaminants of breast milk--an update. Aust Paediatr J. 1984 Nov;20(4):265-9.


Read more!

Menyusui : Awali dengan Benar

(Diterjemahkan dari artikel "Breastfeeding-starting out right")

http://www.kellymom.com/newman/01starting_out_right.html
Handout #1. Breastfeeding-Starting Out Right. Revised January 2005
Written by Jack Newman, MD, FRCPC. © 2005


Menyusui adalah cara yang alami dan fisiologis untuk memberikan nutrisi ke bayi dan batita, dan ASI adalah susu yang dibuat khusus untuk bayi manusia. Susu formula yang dibuat dari susu sapi atau kedelai (kebanyakan susu formula, bahkan "susu formula rancangan") hanyalah dibuat menyerupai ASI, dan iklan yang menyatakan sebaliknya dapat menyesatkan. Menyusui seharusnya mudah dan tidak sulit bagi kebanyakan ibu. Sebuah awal yang baik akan membantu untuk menyakinkan bahwa menyusui adalah suatu pengalaman yang membahagiakan bagi ibu maupun bayi.

Kebanyakan ibu sangat mampu menyusui bayi mereka secara eksklusif selama 6 bulan. Bahkan kenyataannya kebanyakan ibu memproduksi ASI lebih dari cukup. Namun sayangnya kebiasaan kuno di RS yang menggunakan botol susu masih banyak terjadi di banyak sekali institusi pusat kesehatan dan membuat menyusui menjadi sulit, bahkan tidak mungkin banyak ibu & bayi yang mengalaminya. Agar menyusui dapat dilakukan dengan baik dan benar, mulailah dengan baik di beberapa hari pertama. Bahkan dengan permulaan yang kurang baik, ternyata banyak ibu dan bayi yang berhasil menyusui.

Trik untuk menyusui adalah membuat bayi latch on dengan baik. Bayi yang melakukannya dengan baik akan mendapatkan ASI dengan baik pula. Bayi yang tidak melakukannya dengan baik akan lebih sulit mendapatkan ASI, terutama jika persediaannya kurang. Hal ini mirip dengan menyusui bayi dengan botol yang memiliki lubang dot yang terlalu kecil - botolnya penuh dengan susu, tapi sang bayi tidak memperoleh banyak susu. Jika demikian, maka puting sang ibu juga dapat terluka. Dan jika bayi tidak dapat menyusu dengan baik, biasanya ia akan bertahan di payudara ibu untuk waktu yang lama, sehingga memperparah rasa sakit. Sayangnya siapa saja dapat menyatakan bahwa sang bayi sudah latch on dengan baik. Padahal kenyataannya tidak demikan. Banyak orang yg merasa dirinya tahu ternyata tidak tahu bagaimana latch on yang tepat. Berikut adalah beberapa cara menyusui yang dapat dibuat mudah:

1.. Latch yang benar sangat menentukan keberhasilan menyusui.
Ini adalah kunci keberhasilan menyusui. Sayangnya kebanyakan ibu "dibantu"oleh orang yang tidak tahu bagaimana latch yang benar.
Jika anda diberitahu bahwa posisi latch on sudah benar namun puting Anda terluka parah, mulailah bertanya-tanya dan minta bantuan orang lain yang mengerti betul.
Sebelum Anda meninggalkan RS, anda harus diberitahu bahwa bayi Anda telah latch on dengan benar dan dia benar-benar memperoleh ASI. Anda juga tahu bagaimana ia memperoleh ASI (mulut terbuka lebar - berhenti sebentar - menutup mulut dan mulai menyusu).
Lihat juga situs www.breastfeedingonline.com/newman.shtml untuk melihat bagaimana membuat bayi latch on.
Jika Anda dan bayi meninggalkan RS tanpa mengetahui hal ini, cepatlah cari bantuan orang yang berpengalaman (lihat handout When Latching). Beberapa staf RS memberitahu para ibu bahwa jika menyusui terasa menyakitkan, berarti bayi tidak latch on dengan baik. Jika hal ini terjadi, ibu harus melepaskan bayi dan kemudian membiarkan bayi latch on lagi. Ini bukan cara yang tepat. Rasa sakit biasanya akan mereda dan latch seharusnya dilakukan di payudara yang sebelah lagi atau saat menyusui berikutnya. Dengan melepaskan bayi dari payudara yang sakit dan membiarkannya latch on di payudara tsb akan membuat ibu makin kesakitan dan puting ibu terluka.

2. Susui bayi segera setelah ia lahir. Kebanyakan bayi baru lahir dapat diletakkan dekat payudara ibu beberapa saat setelah ia lahir. Bahkan penelitian membuktikan bahwa banyak bayi baru lahir dapat merayap kearah payudara dari perut si ibu, latch on¸ dan mulai menyusui dengan baik tanpa bantuan siapapun. Proses ini dapat berlangsung selama sejam atau lebih.

Namun ibu dan bayi sebaiknya diberikan waktu bersama untuk mulai saling kenal & belajar. Bayi yang "self-attach" relatif terhindar dari masalah menyusui. Proses ini tidak membutuhkan bantuan usaha dari sisi ibu, dan alasan bahwa si ibu letih setelah melahirkan tidak masuk akal, itu saja. Selain itu studi menunjukkan bahwa kontak antar kulit (skin-to-skin contact) antara ibu dan bayi membuat bayi sehangat di dalam inkubator.

3. Ibu dan bayi harus bersama-sama dalam satu kamar (rawat gabung/room in). Sama sekali tidak ada alasan medis bagi ibu dan bayi yang sehat untuk dipisahkan satu dengan lainnya, bahkan untuk jangka waktu yang singkat.
a.. Fasilitas kesehatan yang biasa memisahkan bayi dan ibu setelah kelahiran sudah ketinggalan jaman.
Dan alasan pemisahan ini biasanya adalah memberitahu para orangtua siapa yang berkuasa (RS) dan siapa yang tidak (orangtua). Bahkan berbagai alasan klasik [Administr1] diberikan. Satu contoh adalah bayi melepaskan meconium sebelum lahir. Bayi yang melewati meconium dan baik-baik saja beberapa menit setelah lahir tidak perlu diletakkan dalam inkubator untuk "observasi" selama beberapa jam.

b.. Tidak ada bukti bahwa ibu yang dipisahkan dari bayi mereka akan beristirahat dengan tenang. Kebalikannya ibu akan lebih beristirahat dan tidak stress ketika mereka bersama sang bayi. Ibu dan bayi belajar bagaimana tidur dengan irama yang sama. Dengan demikian, saat bayi mulai bangun untuk menyusui, maka sang ibu akan mulai bangun dengan alami. Ini tidak melelahkan seperti jika sang ibu terbangun dari tidur lelap, seperti yang sering terjadi jika bayi ada di tempat lain saat ia terbangun. Jika sang ibu diajari bagaimana menyusui bayi dengan posisi tidur bersisian, maka ia akan istrirahat dengan lebih baik.

c.. Umumnya bayi menunjukkan tanda-tanda bahwa ia lapar sebelum mulai menangis. Misalkan, nafasnya mungkin berubah. Atau ia mulai menggeliat. Ibu akan terbangun, kemudian ASI akan mulai mengalir, dan bayi akan tenang karena disusui. Bayi yang terlanjur menangis untuk beberapa saat sebelum didekatkan ke payudara mungkin akan menolak menyusui. Walaupun ia sudah kelaparan. Ibu dan bayi dianjurkan untuk tidur bersisian di RS. Ini cara yang baik agar ibu dapat beristrirahat sembari bayi menyusui. Menyusui seharusnya santai, bukan melelahkan.

4.. Dot sebaiknya tidak diberikan ke bayi. Nampaknya ada beberapa kontroversi tentang "bingung puting". Bayi akan menghisap apa saja yang dapat memberikan mereka cairan yang mengalir deras dan mungkin akan menolak yang tidak dapat memberikan hal ini. Dengan demikian, di hari-hari pertama sang ibu biasanya hanya memproduksi sedikit ASI (sangat alami terjadi), umumnya bayi diberikan susu dari botol (diatur alam?) dimana ia mendapatkan aliran yang deras. Di kemudian hari bayi akan cenderung memilih metode aliran yang deras. Hal ini mudah sekali dimengerti. Yang terjadi kemudian adalah bukan si bayi yang kebingungan. Tetapi bingung puting akan diakibatkan oleh berbagai masalah. Termasuk juga ketika bayi tidak tidak dapat menyusu di areoal ibu dengan benar. Akibatnya ia tidak dapat memperoleh ASI dengan baik dan/atau sang ibu mengalami luka pada putingnya. Namun jika bayi dapat "menerima keduanya" (menyusu dari payudara & botol) bukan berarti botol susu tidak memiliki dampak negatif.
Saat ini banyak cara & alternatif untuk memberikan cairan (asi peras) selain menggunakan dot (lihat handout #5 Using a Lactation Aid, dan handout #8 Finger Feeding.

5.. Jangan batasi lama atau frekuensi menyusui. Bayi yang menyusui dengan benar tidak akan menyusu selama berjam-jam. Jika pun terjadi demikian, biasanya karena ia tidak latch on dengan baik, sehinga ia tidak memperoleh ASI yang tersedia. Mintalah bantuan ke ahli laktasi untuk memperbaiki posisi latch on yang tepat dan lakukan teknik breast compression (handout #15 Breast Compression). Teknik ini akan bekerja sangat baik di hari-hari pertama menyusui agar kolostrum keluar dengan baik. Inilah yang akan membantu, bukan empeng, bukan botol susu, bukan membawa bayi ke ruang bayi.

6.. Pengganti ASI (Tambahan air, air gula, atau susu formula) jarang sekali dibutuhkan. Kebanyakan pengganti ASI dapat dihindari dengan membiarkan bayi menyusui dengan benar sehingga ia memperoleh ASI dengan baik. Jika ada yang memberitahukan bahwa Anda butuh memberikan ekstra cairan tanpa ada orang yang mengamati cara Anda menyusui, tanyalah orang lain yang lebih tahu. Indikasi untuk memberikan pengganti ASI jarang sekali terjadi. Namun biasanya hal ini dilakukan untuk kenyamanan staf RS. Kalaupun pengganti ASI dibutuhkan, seharusnya diberikan menggunakan alat bantu spt lactation aid, bukan cangkir, sendok, sedotan, atau botol. Tambahan yang terbaik adalah kolostrum. Kolostrum dapat dicampur dengan 5% air gula jika ASI Anda tidak keluar banyak pada awalnya. Formula sangat jarang dibutuhkan di beberapa hari pertama.

7.. Sampel susu formula dan brosur dari perusahaan susu formula bukanlah hadiah. Hanya ada satu tujuan dari "hadiah" ini, yaitu membuat Anda menggunakan susu formula. Cara ini sangat efektif dan merupakan teknik pemasaran yang tidak etis. Jika Anda memperolehnya dari tenaga professional, Anda sebaiknya mempertanyakan pengetahuan serta komitmennya akan menyusui. "Tapi ibu butuh susu formula karena si bayi tidak cukup menyusui!" Mungkin, namun sepertinya Anda tidak memperoleh bantuan yang memadai dan bayi tidak memperoleh ASI yang tersedia. Jika Anda membutuhkan susu formula, tak seorang pun seharusnya menyarankan merek tertentu dan memberikan sampel gratis. Carilah bantuan yang benar. Sampel susu formula tidaklah membantu.

Pada kondisi tertentu, bisa jadi ibu tidak dapat menyusui di awal kelahiran bayi. Namun bagaimanapun juga, kebanyakan "alasan medis" (misalkan, obat pasca melahirkan) BUKANLAH alasan utk menunda proses menyusui. Jika hal ini terjadi, anda mendapatkan informasi yang salah. Segera cari bantuan. Bayi prematur seharusnya dapat menyusui sesegera mungkin dari kebiasaan yang terjadi di RS. Penelitian terakhir menunjukkan bahwa bayi prematur relatif tidak stress dengan menyusu pada ibunya, dibandingkan menyusu dari botol. Sayangnya, terlalu banyak dokter yang menangani bayi prematur tidak memahami dengan hal ini.

Questions? see my book Dr. Jack Newman's Guide to Breastfeeding (called The Ultimate Breastfeeding Book of Answers in the USA)

Handout #1. Breastfeeding-Starting Out Right. Revised January 2005
Written by Jack Newman, MD, FRCPC. © 2005
This handout may be copied and distributed without further permission,
on the condition that it is not used in any context in which the WHO code on the marketing of breastmilk substitutes is violated

Diterjemahkan oleh Listi Rosati @ September 2005


Read more!

KOLOSTRUM, si cairan emas :

Cari tahu apa itu kolostrum dan manfaatnya yuk !

Sedikit jumlahnya, kaya kandungannya

Sesaat setelah ibu melahirkan, seluruh organ produksi ASI akan memproduksi cairan yg amat sangat berharga, yaitu kolostrum. Jangan bayangkan kolostrum berwarna putih susu. Cairan ini berwarna kuning hingga oranye, kental, lengket dan terkadang bening. Jumlahnya pun hanya sekitar 3-5 sdt. Namun meski sedikit, kolostrum amat padat dg nutrisi utk bayi baru lahir. Cairan ASI di hari-hari pertama ini kaya akan karbohidrat, protein dan amat kaya akan antibodi yg melindungi bayi dari terkena berbagai penyakit infeksi. Kolostrum ini merupakan makanan sempurna yg amat sgt disesuaikan bagi bayi. Kolostrum yg dihasilkan ibu dg bayi prematur akan beda dg kolostrum yang dihasilkan ibu dengan bayi cukup bulan.

Karena jumlahnya yang sedikit dan berwarna bukan putih susu ini, seringkali ibu merasa ASInya belum keluar. Sehingga banyak ibu yang ragu hingga si kecil diberikan susu formula. Selain itu, sekali lagi meski jumlah kolostrum relatif minim jumlah itu jelas sangat mencukupi lambung bayi yang memang masih mini.

Kolostrum bikin bayi sering BAB

Di minggu-minggu pertama usia bayi baru lahir, jangan kaget jika si kecil bolak balik Buang Air Besar (BAB).

Selain memberikan perlindungan akan berbagai penyakit infeksi, kolostrum juga memiliki efek laksatif (obat urus-urus) yg akan membantu bayi mengeluarkan tinja dari sistem pencernaannya. Sehingga efeknya juga akan membantu mengeluarkan bilirubin dari darah dan melindungi bayi dari kuning (jaundice).

Setelah sekitar 1-2 mg, organ produksi ASI akan memproduksi asi matang (mature milk). Selama masa transisi ini, konsentrasi antibodi dalam ASI akan berkurang, tapi volumenya meningkat.

Dan secara bertahap volume akan meningkat dan warna dari ASI mulai terlihat lebih putih dan lebih encer. Pada masa-masa spt ini berikan ASI sesering mungkin, jangan dibatasi. Biasanya ibu akan menyusui 8-12 kali atau lebih. Makin sering disusui, makin banyak ASI yg diproduksi ! Sisi lain tentu saja, payudara bengkak dapat dihindari.

Kehebatan kolostrum

Kolostrum bukan hanya nutrisi sempurna bagi bayi anda, tetapi juga kandungannya yg amat kaya akan zat anti kuman yang melindungi bayi dari berbagai macam penyakit. Kolostum memiliki kandungan zat imun yg jauh lebih tinggi dari ASI matang (ASI setelah kolostrum).

Kolostrum mengandung sejumlah besar antibodi yang disebut dengan IgA (secretory immunoglobulin A ). Sebelum bayi lahir, ia akan mendapatkan antibodi lain, IgG, melalui plasenta. IgG bekerja melalui sistem sirkulasi bayi, tetapi IgA akan melindungi bayi dari serangan kuman di daerah membran mukus di tenggorokan, paru-paru dan usus.

Kolostrum juga memiliki peranan penting dalam sistem pencernaan bayi. Usus bayi baru lahir umumnya amat rentan / "berlubang-lubang" (very permeable). Kolostrum akan menutup lubang-lubang di saluran pencernaan dengan membuat benteng yang akan mencegah masuknya substansi asing masuk.

Kolostrum juga mengandung kaya akan lekosit, sel darah putih yang akan menghancurkan bakteri jahat dan virus.

Kurang lebih 2 minggu setelah bayi lahir, secara perlahan kolostrum akan berubah menjadi ASI matang. Selama masa transisi ini zat antibodi dalam ASI relatif menurun, tetapi jumlahnya makin banyak karena ASI dibuat makin banyak. Bahkan selama bayi masih mendapatkan ASI, maka ia akan mendapatkan zat anti imun untuk melawan bakteri jahat dan virus. Jadi karena ASI itu emas, ayo kita perlakukan ia selayaknya emas. Kita gali dan produksi sebanyak-banyaknya. Hingga si kecil mendapatkan manfaat dan kehebatan ASI selama mungkin.

Ditulis bebas oleh Luluk Lely Soraya I, September 2006

Referensi artikel :
What is colostrum? How does it benefit my baby?



Read more!

Wah…..lambung bayi baru lahir hanya sebesar kelereng ?!

Seringkali ibu berpikir cukup gak sih ASI saya di hari-hari pertama menyusui ?
Apalagi kolostrum hanya dihasilkan sekitar 3-5 sdt. Dan berulang kali ibu akan mendapatkan jawaban di berbagai artikel laktasi bahwa jumlah kolostrum tersebut amat sangat cukup untuk si bayi baru lahir. Itupun masih banyak ayah dan ibu yang meragukan. Yang belum banyak kita ketahui ternyata bahwa lambung bayi baru lahir hanya sebesar kelereng !

Ilustrasi kapasitas lambung bayi












Di hari 1, lambung bayi hanya berkapasitas 5-7 ml.
Kurang lebih seukuran kelereng.
Penelitian menunjukkan bahwa lambung tsb tidak dapat menampung lebih byk lagi. Sehingga cairan yg berlebihan masuk akan relatif dikeluarkan oleh tubuh dengan cara dimuntahkan atau gumoh. Jadi jelas kan bahwa kolostrum yang sedikit itu jelas SANGAT CUKUP untuk si kecil !

Di hari ke-3, lambung bayi mulai membesar (sekitar 20-30 ml) atau seukuran bola bekel.
Karena lambungnya kecil, tentu saja bayi akan sering menyusu pada ibunya.
Seminggu setelah itu, kapasitas lambung bayi akan berukuran sekitar 44-60 ml atau kira-kira sebesar bola pingpong.

Terus berikan ASI sesering mungkin sesuai keinginan bayi. Hingga ASI akan memenuhi kebutuhannya.
Nah sekarang tidak ragu lagi kan ?! Relax dan pede aja ya mom ! Selamat menyusui !

(Ditulis bebas oleh Luluk Lely Soraya I, September 2006 )

Referensi artikel :
What is colostrum? How does it benefit my baby?

Read more!

Agar ASI lancar di awal masa menyusui

(Diterjemahkan dari artikel "How to Get Your Milk Supply Off to a Good Start")

Lisa Marasco, IBCLC
Santa Maria CA USA
Diana West, IBCLC
Long Valley NJ USA
From: NEW BEGINNINGS, Vol. 22 No. 4, July-August 2005, pp. 142-147

Idealnya proses menyusui dapat segera dilakukan begitu bayi lahir. Bayi yang lahir cukup bulan akan memiliki naluri utk menyusu pada ibunya di 20 - 30 menit setelah ia lahir. Itupun jika ia tidak mengantuk akibat pengaruh obat ataupun anastesi yang diberikan ke ibu saat proses melahirkan. Di jam-jam pertama, bayi akan relatif tenang, terjaga dan memiliki kemampuan bawaan utk melakukan proses latch-on (proses masuknya sebagian besar ke dalam mulut bayi hingga ia dapat "mengunci" dan menyusu dg baik) dan menyusu dengan baik. Riset menunjukkan bahwa bayi baru lahir yang diletakkan di perut ibu sesaat setelah ia lahir, akan mampu mencari payudara ibu dan menyusu dengan baik dalam kurun waktu kurang dari 50 menit. Memisahkan bayi dari ibunya sebelum hal tsb dilakukan akan membuat bayi kehilangan kesempatan besar. Bayi akan mengantuk dan kehilangan minatnya utk menyusu pada ibunya. Akibatnya proses inisiasi menyusui mengalami hambatan (Righard and Alade 1990; Widstrom et al. 1990; Wang and Wu 1994). Oleh karena itu, pastikan bahwa bayi mendapatkan kesempatan utk melakukan proses inisiasi menyusui paling tidak satu jam pertama setelah ia lahir. Hal ini akan menunjang proses lancarnya ASI di kemudian hari.

Meskipun proses menyusui dapat segera ibu lakukan setelah bayi lahir, beberapa bayi nampak tidak dapat latch on dengan baik setelah ia lahir. Hal ini disebabkan pengaruh epidural atau anastesi lainnya yang diberikan ibu selama masa melahirkan. Beberapa jenis anastesi mengurangi refleks bayi mencari payudara ibu dan menyusu pada ibunya, juga meningkatnya temperatur tubuh bayi dan tangisan bayi (Ransjo-Arvidson et al. 2001).

Namun perlu dipahami bahwa jika bayi tidak dapat menyusu setelah ia lahir bukan akhir dari segalanya. Segera minta bantuan dari ahli laktasi jika bayi sulit menyusui atau melakukan latch on. Sehingga problem tersebut dapat segera diatasi. Selanjutnya, semakin seringnya bayi disusui makin meningkatkan reseptor hormon prolaktin (Lihat kolom di halaman 144.)

Jika menyusui di jam-jam pertama kelahiran tidak dapat dilakukan, alternatif terbaik berikutnya adalah memerah ASI atau pompa ASI selama 10-20 menit tiap 2 hingga 3 jam sekali, hingga bayi dapat menyusu. Tindakan tsb dapat membantu memaksimalkan reseptor prolaktin dan meminimalkan efek samping dari tertundanya proses menyusui oleh bayi. Jika ibu melahirkan di RS atau di klinik melahirkan, biasanya disediakan breastpump elektrik dan ibu butuh bantuan menggunakannya. Perawat, konsultan laktasi ataupun bidan dapat membantu ibu dalam menggunakan alat tsb.

Suasana yang menyenangkan, tenang dan nyaman akan membantu saat-saat berduaan dan terciptanya bonding antara ibu dan bayi. Meskpun tidak mudah membuat suasana spt it di RS, namun adanya dukungan, support dan kenyamanan akan membantu ibu dalam proses makin lancarnya produksi ASI.

Menyusui Pasca Melahirkan dengan Operasi Cesar

Ibu yang melahirkan dengan cara operasi cesar (c-sections) seringkali sulit menyusui bayinya segera setelah ia lahir. Terutama jika ibu diberikan anastesi umu. Ibu relatif tidak sadar untuk dapat mengurus bayinya di jam pertama setelah bayi lahir. Meskipun ibu mendapat epidural yang membuatnya tetap sadar, kondisi luka operasi di bagian perut relatif membuat proses menyusui sedikit terhambat. Sementara itu, bayi mungkin mengantuk dan tidak responsif untuk menyusu, terutama jika ibu mendapatkan obat-obatan penghilang sakit sebelum operasi. Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa proses melahirkan dengan cesar akan menghambat terbentuknya produksi ASI (Dewey et al. 2003; Grajeda and Perez-Escamilla 2002; Rowe-Murray Fisher 2002; Hartmann 1987). Meskipun demikian, menyusui sesering mungkin setelah proses kelahiran dg cesar akan meminimalisasi masalah-masalah tsb. Bahkan beberapa ibu yang melahirkan dg cesar memiliki produksi ASI yang berlimpah.

Kehebatan Kolostrum

Tiap ibu perlu mengetahui dan menghargai betul betapa berharganya kolostrum. Kolostrum, cairan bening kekuningan yang sering disebut "Pre-milk", akan diproduksi di hari-hari pertama menyusui. Kolostrum, kemudian disusul dengan ASI "matang", akan menjaga dan melindungi bayi seperti plasenta saat ia dalam kandungan ibu. Kolostrum relatif rendah lemak dan karbohidrat, tetapi kaya akan protein. Kandungan tsb sangat tepat sesuai dengan kebutuhan bayi di hari-hari pertama. Kolostrum mudah dicerna dan mengandung sel-sel hidup yang memberikan proteksi terhadap berbagai bakteri, virus dan alergen. Kolostrum ini akan melindungi bagian dalam usus bayi dan menjaganya dari absorpsi substansi-substansi yang dapat menyebabkan terjadinya alergi. Faktor imun seperti IgG dan IgA sangat banyak jumlahnya dalam kolostrum dibandingkan dengan ASI matang.

Kedua zat imun tsb akan menstimulasi dan meningkatkan sistem imun bayi. Dan penelitian menunjukkan bahwa manfaat tsb akan terus didapatkan bayi selama hidupnya. Lebih jauh lagi, kolstrum beraksi sebagai laxative ("obat pencuci perut") yg efektif, mulai dari membuang meconium dari usus, hingga memecahkan bilirubin (substansi yg dapat membuat bayi menjadi kuning). Dua minggu kemudian, kolostrum akan berubah komposisi menjadi ASI matang. Namun kondisi tsb tidak terjadi secara sekaligus. Kolostrum akan secara perlahan berubah menjadi ASI matang. Karena itu ASI yang dihasilkan di saat-saat tsb terlihat lebih kekuningan dibandingkan ASI yg dihasilkan kemudian.

Terkadang kita jumpai beberapa ibu yang belum dapat menghasilkan ASI di awal setelah kelahiran bayinya. Ibu-ibu yang tidak melihat kolostrum saat menyusui bayinya akan merasa khawatir jika dirinya tidak dapat memproduksi ASI. Namun, kenyataan bahwa tidak terlihatnya ASI saat bayi menyusu, bukan berarti ASI (kolostrum) tidak keluar. Kolostrum yang dihasilkan ibu umumnya diproduksi dalam jumlah yang sangat kecil, yaitu sekitar 7.4 sendok teh (36.23 ml) per harinya. Atau sekitar 1.4 hingga 2.8 sendok teh (6.86-13.72 ml) sekali menyusu. Dan jumlah yang sangat sedikit tsb akan segera diminum dan ditelan oleh bayi (Hartmann 1987; Hartmann and Prosser 1984; Houston et al. 1983). Kenyataan bahwa warna dari kolostrum yang bening kekuningan dan tampak spt air liur menyebabkan kolostrum sulit untuk diidentifikasi. Sehingga tak jarang ibu yang merasa ASInya belum keluar, padahal ASI (kolostrum) nya sudah keluar. Memerah ASI di awal-awal pasca melahirkan akan terasa sulit, karena payudara terasa bengkak. Disini ibu membutuhkan bantuan dari konsultan laktasi. Selanjutnya seiring dengan waktu dan makin seringnya ibu memerah ASI, maka ibu akan lebih terampil dalam memerah ASI.

Karena sedemikian berharganya kolostrum, maka pastikan ibu memberikannya ke bayi meskipun hanya dalam jumlah yg amat sangat sedikit. Kolostrum ini akan menjadi hadiah yang tak ternilai harganya utk anak. Karena manfaatnya yang demikian hebat, maka segala macam upaya dalam memberikan kolostrum akan menjadi hal yang patut diperjuangkan.

Rooming-In (Rawat Gabung)

Banyak RS yang menawarkan pilihan agar bayi dapat terus bersama ibunya selama 24 jam. Kondisi ini dinamakan rawat gabung. Meskipun selama ini banyak RS yang masih menerapkan ruangan khusus untuk bayi, terpisah dari ibunya. Namun riset terakhir menunjukkan bahwa jika tidak ada masalah medis, tidak ada alasan untuk memisahkan ibu dari bayinya, meskipun sesaat (Yamauchi and Yamanouchi 1990; Buranasin 1991; Oslislo and Kaminski 2000). Bahkan makin seringnya ibu melakukan kontak fisik langsung (skin-to-skin contact) dengan bayi akan membantu menstimulasi hormon prolaktin dalam memproduksi ASI (Hurst 1997). Karena itu pada tahun 2005, American Academy of Pediatrics (AAP) mengeluarkan kebijakan agar ibu dapat terus bersama bayinya di ruangan yang sama dan mendorong ibu untuk segera menyusui bayinya kapanpun sang bayi menginginkannya. Semua kondisi tsb akan membantu kelancaran dari produksi ASI.

Susui bayi sesering mungkin

Seperti yang telah diketahui bersama, ibu harus menyusui sesering mungkin kapanpun bayi menginginkannya. Ini berarti, paling tidak tiap 2 hingga 3 jam sekali dan tiap 4 hingga 5 jam di malam hari dari 8 hingga 12 kali menyusui selama 24 jam. Coba kalkulasikan berapa lama bayi menyusu, mulai dari awal hari menyusu hingga akhir hari. Umumnya bayi menyusu kira-kira 20-40 menit sekali menyusu, tapi bukan berarti ibu harus melihat jam dan mengukur lamanya bayi menyusui. Di minggu-minggu pertama menyusui, terutama saat bayi baru lahir, hari-hari ibu terasa hanya diisi dengan kegiatan menyusui saja. Saat bayi baru selesai menyusui, ibu harus menyusu kembali. Ini sangat lumrah terjadi. Sebelum ASI matang keluar, bayi akan terasa begitu rakus menyusu. Hal ini disebabkan lambung bayi yang begitu kecil, sehingga mereka mudah lapar.

Makin sering bayi menyusui akan memperbanyak ASI yang diproduksi. Hal ini disebabkan oleh stimulasi maksimum dari reseptor-reseptor prolaktin yang akan memicu produksi ASI dalam jumlah sebanyak mungkin. Bulan pertama menyusui adalah masa pembelajaran utk bayi. Di bulan tsb, ia berusaha menguasai betul bagaimana teknik menyusui yang tepat. Hingga masuk ke bulan berikutnya, ia dapat menyusu dengan baik dalam waktu yang singkat. Dengan selalu berada di dekatnya, Ibu dapat memastikan tanda-tanda awal bayi lapar (mimik muka tanda haus, dsbnya). Jadi ibu dapat segera menyusuinya sebelum bayi kelaparan dan menangis karena stres. Jika hal ini dilakukan, ibu dan orang sekitar ibu akan terhindar relatif jauh dari stres.

Seiring waktu, ibu tidak selalu menghabiskan waktu dengan menyusui sepanjang hari. Ingatlah bahwa ibu dalam masa pemulihan pasca melahirkan, sehingga ibu butuh banyak istirahat. Menyusui adalah cara alami untuk memastikan ibu dapat berisitrahat dengan baik. Terutama di sela waktu menyusui. Ibu dapat beristirahat saat bayi sedang tidak menyusu. Semakin bertambahnya waktu juga, bayi akan memiliki pola menyusui. Sehingga ibu dapat mengatur waktunya dengn baik. Pola menyusui yang bayi atur akan sangat spesifik sesuai dengan kebutuhannya. Mulai dari kebutuhan emosinya hingga kebutuhan fisiologisnya. Dan pola menyusui tsb akan terus berubah sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangannya.

Lindungi diri dengan lingkungan yang supportif

Masa menyusui adalah masa yang paling sensitif dalam kehidupan ibu. Baik secara fisik ataupun emosional. Begitu ibu mulai menyusui, ibu butuh lingkungan yang supportif, yang mendukung ibu dari berbagai keraguan dan kritikan. Menyusui memang hal biologis yang wajar. Namun di dalam masyarakat, kita masih sering menjumpai orang-orang yang tidak nyaman dengan keberadaan ibu menyusui. Dan orang-orang ini akan banyak melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang sinis seputar produksi ASI ibu. Hal ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan yang mereka ketahui tentang menyusui dan kadang dipengaruhi oleh anggapan yang salah tentang payudara dari segi sexual. Disini lah ibu butuh banyak dorongan dan dukungan positif. Jangan pedulikan tanggapan negatif yang dapat mengganggu kenyamanan dan rasa percaya diri ibu akan ASI dan menyusui.

Memang tidak mudah menjaga jarak dari orang-orang yang tidak mendukung ibu dalam hal menyusui. Namun ingatlah bahwa ibu butuh suasana dan lingkungan yg kondusif demi keberhasilan ASI eksklusif. Ingatlah selalu bahwa bayi ibu butuh air susu ibu. Ingatlah selalu akan hal ini diatas segala kritikan dan tekanan. Jika ibu sulit menghadapi berbagai kritikan dan tekanan, mintalah bantuan suami ataupun orang lain yang dapat membantu ibu untuk menghadapi hal tsb.

Mungkin ibu berpikir, "Bagaimana jika orang yg tidak mendukung saya adalah ibu saya atau ibu mertua saya ? Bagaimana cara utk menghadapinya ?". Banyak eyang baru yang tidak berhasil menyusui anaknya saat ia bayi. Beberapa eyang yang sedih akan berupaya sedemikian rupa membantu agar anaknya ataupun menantunya sukses menyusui bayinya. Namun ada juga eyang yang justru menjadi defensif. Mereka akan berupaya mempertahankan pendapatnya agar diberikan susu formula dan menganggap menyusui adalah hal yang menyebalkan. Nah tahukah anda pengalaman ibu anda ataupun ibu mertua anda dalam hal menyusui ?! Tanyakan hal ini kepada mereka. Dengarkan cerita dan pengalaman mereka saat menyusui dulu. Dengan demikian, anda mendapatkan informasi, dukungan ataupun masalah teknis yang mungkin anda belum dapatkan. Hal ini akan mengetahui bagaimana perjuangan mereka dahulu dan bagaimana anda mengetahui betul bahwa mereka adalah orang tua yang baik. Dengan menunjukkan empati dan mendengarkan pengalaman mereka, anda akan mendapatkan dukungan ataupun masukan yang baik dalam menyusui.

Kewajiban lainnya

Di minggu-minggu pertama menyusui, ibu akan terfokus pada perawatan anak, menyusui dan merawat diri sendiri. Tanggung jawab lainnya tidak akan terlalu menjadi perhatian. Jika anda memiliki anak yang lebih besar (akak dari bayi), anda perlu memperhatikan mereka juga. Padahal anda harus membagi perhatian utama ke bayi dan anda sendiri. Mintalah bantuan kepada suami ataupun pengasuh yang akan membantu anda dalam memenuhi kebutuhan utama sang kakak.

Biasanya teman ataupun kerabat akan mengunjungi ibu di awal-awal pasca ibu melahirkan. Di saat spt ini ibu seringkali merasa tidak dapat leluasa menyusui bai ataupun utk beristirahat. Jika hal ini terjadi, katakanlah secara perlahan dan sopan kepada tamu bahwa ibu butuh waktu untuk menyusui ataupun istirahat. Jika tamu tsb tetap memaksa utk tinggal, maka cara terbaik adalah membatasi waktu berkunjung. Atau ibu dapat menjelaskan secara perlahan bahwa ibu butuh istirahat.

Istirahat di tempat tidur

Tahukah anda bahwa istrihat di tempat tidur di hari-hari pertama menyusui adalah kunci awal keberhasilan menyusui. Ibu dapat membawa buku atau majalah ataupun tv untuk dibawa ke kamar ibu. Siapkan juga snack dan minuman di dekat tempat tidur. Jadi ibu hanya berdiri jika ke kamar mandi. Meluangkan waktu untuk memanjakan diri sendiri dan menyusui bayi kapanpun ia inginkan, akan membantu kelancaran ASI. Jika perlu jelaskan ke tiap orang bahwa ini adalah "perintah dokter" jika ibu butuh justifikasi. Pasca melahirkan, banyak dokter yang menginstruksikan kepada ibu utk melakukan hal diatas. Karena meskipun ibu merasa senang dan segar, tubuh ibu tetap butuh istirahat banyak utk memulihkan diri pasca melahirkan. Jika ibu tidak istirahat di awal-awal pasca melahirkan, maka beberapa bulan berikutnya akan terasa lebih sulit. Dan hal ini jelas akan mempengaruhi produksi dari ASI.

Masak dan pekerjaan rumah

Dari sekian banyak tanggung jawab, ada 2 hal yang sebaiknya tidak ibu lakukan sendiri, yaitu masak dan pekerjaan rumah. Mintalah bantuan teman ataupun keluarga utk dapat membantu ibu menyiapkan makanan. Jadi jika ada banyak tamu yang datang membawakan banyak makanan, simpanlah dalam kulkas utk cadangan makanan ibu nanti. Biasanya banyak tamu yang berpikir jika mereka membawa makanan akan jauh lebih bermanfaat utk ibu pasca melahirkan.

Pekerjaan rumah, terutama di hari-hari saat ibu melahirkan, akan terasa sangat menumpuk. Ini bukan waktunya utk ibu memikirkan hal-hal resik spt ini. Meskipun banyak yang sudah membantu membersihkan rumah dsbnya. Jangan pedulikan hal-hal yang detail, terutama menyangkut urusan keapikan rumah, selama masa awal menyusui. Jangan paksakan diri utk membereskan pekerjaan rumah, terutama di awal pasca melahirkan. Mintalah bantuan orang lain. Beritahukan mereka dimana letak piring akan menghemat energi ibu daripada mengerjakannya sendiri. Ingat dan ingatlah selalu bahwa urusan rumah bukanlah tanggung jawab anda saat ini. Tiap orang yang bertamu akan mengerti bagaimana rasanya menjadi seorang ibu. Sehingga mereka tidak akan menuntut rumah selalu terlihat rapi. Seorang ibu menyusui yang mengatakan:

"Memang melakukan sesuatu tidak semudah mengatakan sesuatu. Semua orang bilang saya hanya boleh menyusui saja. Santai dan jangan memikirkan urusan rumah. Jangan hiraukan. Konsentrasi menyusui saja. Lupakan urusan lain. Saya pikir saya tidak akan menghiraukan nasehat itu, Ini sama saja saya membiarkan diri saya sendiri bermalas-malasan. Padahal saya dapat melakukannya meski saya harus mengurus dan menyusui bayi saya. Saya tidak mengerti kenapa tiap orang menyarankan hal tsb".

Jawabannya hanya satu : Jangan biarkan energi ibu habis untuk hal yang tidak perlu, meski itu sekecil apapun. Simpan energi ibu untuk menyusui bayi.

Pengasuh pasca melahirkan (Postpartum Doula Care )

Banyak ibu yang memilki suami ataupun keluarga yang begitu mendukung dan membantu semua urusan ibu. Namun ada hal lain yg ibu butuhkan selain hal tsb.Selain merawat bayi, ibu juga perlu merawat dan memanjakan diri sendiri. Terkadang ibu juga merasa kebingungan dalam merawat bayi baru lahir. Disinilah ibu butuh bantuan dari doula. Doula adalah orang (biasanya wanita) profesional yg membantu ibu dalam merawat bayi dan memberikan dukungan dalam menyusui. Banyak juga doula yg ikut membantu ibu dalam proses persalinan, meski banyak juga yg membantu ibu pasca melahirkan. Doula juga dapat membantu ibu dalam mengurus rumah, mengasuh sang kakak dari bayi, ataupun merawat anda. Kehadiran doula bukan hanya utk membantu hal-hal tsb diatas, tetapi juga membantu memastikan ibu agar tetap percaya diri selama proses menyusui dengan bayinya.

Saat ibu memilih menyewa doula, tanyakan betul bagaimana filosofinya tentang perawatan bayi. Apakah ia percaya bahwa bayi disusui kapanpun bayi menginginkan atau ia lebih meyakini agar proses menyusui dilakukan berdasarkan jam? Apakah dia lebih suka bayi tinggal sekamar bersama ibu, atau ia lebih suka bayi dirawat olehnya ? Apakah ia mengerti betul tentang masalah-masalah menyusui ? Apalah dia menyarankan ibu untuk menemui konsultan laktasi jika dibutuhkan ? Dengan mengetahui betul filosofi dari doula yg akan ibu sewa, maka ibu dapat memastikan kelancaran berbagai urusan di rumah dan proses menyusui. Dan apabila ibu memiliki berbagai pertanyaan atau sekedar ingin mengetahui berbagai hal seputar menyusui, ibu dapat menghubungi ahli laktasi.

Makan, minum dan tidur nyenyak

Agar anda memiliki tenaga utk menyusui dan merawat bayi, anda butuh makanan yang bergizi, banyak cairan dan tidur yang banyak. Jangan melewatkan saat makan. Bahkan, ibu perlu makan snack bergizi di sela-sela waktu makan. Secara umum, jumlah dan kualitas makanan sangat perlu diperhatikan bagi ibu menyusui. Meski tubuh ibu akan membuat ASI yang bagus (berkualitas) meskipun ibu makan makanan yg kurang gizi. Makan makanan yang bergizi akan mengembalikan tubuh ibu ke kondisi prima. Karena itu nikmatilah waktu makan dengan baik.

Minuman juga perlu diperhatikan. Minumlah saat ibu merasa haus. Ingatlah, minum dalam volume yang banyak tidak akan memperbanyak ASI. Air adalah cairan terbaik. Meskipun ibu dapat minum the yg tidak berkafein jika ibu menginginkannya. Buah dan jus jeruk juga sangat bermanfaat karena gizinya yg baik. Tapi jika anda minum jus yang ada dalam kemasan, pastikan anda membaca label kemasan. Pastikan tidak ada gula di dalamnya. Gula dalam jus kemasan hanya akan menambah kalori yang tidak diperlukan tubuh. Beberapa ibu merasa jika ia minum banyak jus jeruk, maka bayinya menjadi rewel. Demikian juga dengan susu sapi. Beberapa bayi sensitif thd protein dari susu sapi yg ada di dalam ASI. Meski hanya sedikit ibu yg mengalaminya.

Ada anggapan bahwa ibu harus minum susu agar dapat membuat ASI. Anggapan ini tidak benar. ASI dibuat dari berbagai nutrien yg ada dari berbagai sumber. Jadi bukan hanya dari susu. Banyak ibu yang tidak minum susu dan tidak ada masalah dalam produksi ASInya.

Selain urusan makan dan minum, hal lain yg perlu ibu perhatikan adalah masa tidur. Tidurlah kapanpun ibu bisa. Tidurlah saat bayi sedang tidur. Di awal kehidupannya, bayi masih belum memiliki pola tidur yg teratur. Sehingga waktu malam ia masih memungkinkan sering bangun dan memotong waktu tidur ibu di malam hari. Karena itu tidurlah saat bayi sedang tidur. Saat bayi tidur, biasanya ibu memanfaatkannya utk menelpon, menulis, mengerjakan pekerjaan rumah dsbnya. Padahal inilah waktu yg tepat utk ibu banyak beristirahat. Mungkin tidak mudah utk ibu tidur saat bayi tidur. Terutama jika tidak alma kemudian bayi bangun. Namun seiring waktu ibu akan terbiasa beristirahat dan mengikuti ritme bayi. Percayalah ibu akan mendapatkan banyak manfaat dengan istirahat banyak. Apalagi tubuh ibu butuh memulihkan kondisi pasca melahirkan.

Agar produksi ASI selalu optimal

Menyeimbangkan urusan menjaga produksi ASI agar terus optimal, menyusui dan mengurus keluarga adalah hal yg tidak mudah. Setiap hari ibu harus memenuhi kebutuhan bayi, keluarga dan diri sendiri. Terkadang sulit sekali bagi ibu utk membagi perhatian dan menyeimbangkan semua urusan. Jika hal ini terjadi, cobalah utk selalu mengingat bahwa ibu telah memberikan yg terbaik utk keluarga ibu sesuai dengan kemampuan ibu. Jangan pernah memaksakan diri sendiri. Anda akan kelelahan jika berusaha memaksakan diri. Akibatnya produksi ASI juga tidak optimal. Bersikap ariflah dalam melalui proses ini. Ingatlah, anda butuh waktu banyak utk mencintai bayi anda, sosok mungil yg baru lahir dan butuh waktu singkat sebelum ia tumbuh besar.

Last edited Sunday, September 18, 2005 9:38 PM by jlm.

Diterjemahkan bebas oleh
Luluk Lely Soraya I @ September 2005

Read more!

Tolong....payudara saya terasa kosong ! Berkurangkah ASI saya ?!

By Kelly Bonyata, BS, IBCLC

Setelah 6-12 minggu pasca melahirkan, normal loh jika ibu merasa payudaranya terasa gak penuh atau kosong

Banyak ibu yang mengkhawatirkan produksi ASInya diawal-awal masa menyusui. Umumnya mereka merasa ASI yang dipompa lebih sedikit atau payudara terasa lebih "lunak" atau "kosong". Kondisi ini normal terjadi. Umumnya payudara terasa lebih lunak dari beberapa minggu sebelumnya. Meskipun jeda menyusui cukup panjang, ibu merasa payudaranya terasa sedikit penuh. Tidak sepenuh minggu-minggu sebelumnya.

Di awal masa menyusui, ibu seringkali merasa payudaranya penuh (bahkan bengkak). Kondisi ini sebetulnya bukan kondisi yang normal terjadi selama masa menyusui. Karena pada masa tsb, payudara belum menyesuaikan jumlah ASI yang dibutuhkan bayi. Di awal masa menyusui, umumnya payudara ibu akan memproduksi ASI lebih dari jumlah yang dibutuhkan bayi. Hingga pada titik tertentu, yaitu sekitar 6-12 minggu (bahkan lebih pada beberapa ibu), jumlah ASI yang diproduksi relatif mulai menyesuaikan dengan jumlah ASI yang dibutuhkan bayi. Akibatnya, payudara ibu terasa tidak penuh seperti sebelumnya, lunak bahkan terasa "kosong". Di masa ini, umumnya rembesan ASI tidak lagi terjadi. Ibu relatif sulit merasakan efek let-down (ASI yang mengalir). Dan jika ibu memompa atau memerah ASI, ibu akan mendapatkan ASI dalam jumlah yang tidak sebanyak sebelumnya.

Kondisi ini bukan berarti menandakan bahwa produksi ASI menurun. Tetapi organ produksi ASI telah menghitung dan mendapatkan berapa banyak ASI yang dibutuhkan oleh bayi selama ia menyusu. Sehingga ASI berlebih yang sebelumnya diproduksi akan dihentikan dan payudara tidak lagi membuat kelebihan ASI. Perubahan ini terjadi secara perlahan dan tidak terasa oleh ibu. Umumnya ibu tidak mengerti atau menyadari bahwa hal ini normal terjadi. Sehingga banyak juga ibu yang menyapih anaknya atau memberikan asupan selain ASI bagi bayinya. Karena mereka menganggap bahwa ASInya berkurang, kering atau berhenti memproduksi ASI.
Mengapa hal ini bisa terjadi ?! Mengapa produksi ASI di awal masa menyusui berlimpah dan berkurang secara bertahap sesuai dg kebutuhan bayi ?!
Umumnya jumlah ASI yang diproduksi tergantung dari berapa banyak ASI yang dibutuhkan bayi. Namun hal ini tidak 100% terjadi di awal masa menyusui. Pengaruh dari ekstra hormon pasca melahirkan menyebabkan ibu memproduksi ASI lebih dari jumlah yang dibutuhkan bayi. Perubahan kadar hormon pasca melahirkan akan memicu organ produksi ASI untuk menghasilkan ASI berlebih. Di minggu-minggu pertama, kadar prolaktin lebih tinggi dari biasanya hingga nantinya secara bertahap akan menurun hingga kadar normal produksi ASI. Saat ini lah tubuh akan menyesuaikan produksi ASI sesuai dengan kebutuhan bayi. Jadi sekarang ibu sudah mengerti dan tidak perlu khawatir lagi kan ?! Selamat menyusui !

Dimodifikasi : 10/10/2005
(Artikel ini diterjemahkan bebas oleh Luluk Lely Soraya I, September 2006)

Read more!

Wednesday, September 13, 2006

Pro Kontra ASI

Prihatin, Pro kontra ASI dgn keluarga Sendiri

prihatin yaa ....
prihatin dgn pro dan kontra ASI eks maupun sgala permasalahn ttg ASI di rumah maupun lingkungan....prihatin...knp ya kita hrs brantem dgn salah satu keluarga kita ato mertua ato orang tua krn demi memperjuangkan kebaikan anak kita sendiri dan pastinya 'crash' yg terjadi akan melukai salah satunya baik itu kita sendiri maupun keluarga dan itu sangat sangat tidak kita inginkan kaan? nambahin dosa ajah...aduh Ya ALLAH ampunilah kami....sedih deh bacanya...

kapan sih negara kita ato paling tidak sgala macam media di Indonesia ikut mensponsori gerakan ASI eks 6bln ato gerakan ASI ?(tdk hanya di bulan ASI saja agustus lalu yg sgt gencar)gmn ya caranya supaya sebagian masyarakat tdk memandang sebelah mata dgn adanya kegiatan perah ASI bagi ibu2 bekerja?gmn ya caranya supaya masyarakat tidak mampu ato kelas bawah memanfaatkan dgn baik ciptaan TUHAN yaitu dgn ASI dan mensusui anaknya? ato sadar utk memberikan MPASI pertama pd umur 6bln ?kapan ya ASI ga kalah promosinya dgn formula? hiikss....

smoga saja ibu2 bekerja yg pulang kerjanya yg msh berjuang membawa cooler bag dan bs ikut mengkampanyekan ASI sebisa mgkn kepada org laen di jalan misal (misalnya loooh) saya pernah naek busway dan bila ditanya ato tidak ditanya saya akan basa basi ngobrol sekilas ttg apa yg saya bawa (liat2 org juga kali yee), krn bawaan saya bikin sempit penumpang hehehee...cuek baybeeh deh...ato ketemu ibu hamil (ini saya srg bgt...) di bus umum ato busway ato di mall...satu kalimat saja "jangan lupa ttp ASI eks yaah klo udah lahiran,ini tas saya isinya ASI perah looh utk oleh2 anakku" ...

paling tidak mreka2 itu tau ada loooh ibu2 bekerja yg ttp Perah ASI utk bayinya ato paling tidak mereka yakin hal itu mungkin utk dilakukan....yaah itu hanya sebuah harapan saya dan kita semua....amiiin...

paling tidak niih...kita tuh udah usaha memberikan ASI wlpn ujung2nya formula itu udah keputusan terakhir dan keputusan msg2 parents.
apa mgkn ya kita yg hanya segelintir org Pro ASI bs membantu menyadarkan masyarakat yg blm sadar akan pentingnya ASI ?

mba luk, bs ga ya kita punya selembaran/brosur yg bs ditempel2 ttg promosi ASI dgn tdk mencantumkan instansi apapun ato sponsor apapun ? klo pemikiran bodoh saya siih...lumayan kan satu ato 10 org nyebarin brosur2 itu ato seluruh anggota milis sehat bs nempelin di Mading (dulu sih istilahnya majalah dinding sbuah instansi ato kampus2 ato tempat laennya yg lbh sopan misalnya?).ato di posyandu, ato klo syukur2 bs di majalah/media sekitar kita.
yg lbh penting...kapan ya kita ga hrs 'crash' dgn keluarga kita sendiri demi kebaikan buah hati kita ? sedih prihatin SPs yg mengalami hal ini smoga diberi kekuatan memperjuangkan utk memberikan yg terbaik buat buah hati kita yaah....amiiin.....

thnx udah baca curhatnya mama sasha (yg sll curhat mll hehehe)....


mama sasha

*yg jg merasakan srg adu argument dgn ibu sndiri yg sedih deh klo hrs melawan/mengecewakannya*


Read more!