span.fullpost {display:none;}
Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Kami
Dear friends,
Selamat datang di Blog ini jgn heran di blog ini penuh dgn informasi ttg ASI ;))
gw pgn turut serta menyemarakkan kampanye ASI. insyallah Lillahi ta'ala ....
mungkin bagi sebagian orang ini hal yg aneh...koq rajin bgt bikin blog ttg ASI, siapa elu??...
aah apa sih ASI ga pentingg!!...ngapain baca yg bgiian....anak gw minum formula koq...
silahkan friends...ndak apa2 koq....tapi liat aja sbntar yaaah....berguna utk lingkungan koq ;) peace ...
yaa...gw ngerti ...jaman sekarang makin maraknya susu formula dr iklan resmi sampe iklan terselubung, sampe2 masyarakat melupakan kewajibannya 'menyusui' sebagai ibu baru. sampe2 susu formula di anggap jd 'dewa' nya susu, Hak personal dong??...
oke...itu hak personal, tp pernahkah terpikirkan bayi baru lahir mempunyai HAK utk mendapatkan ASI?
tahukan bahwa ASI yg tidak lancar dipengaruhi oleh hormon Oxytocin yg dipengaruhi jg oleh perasaan dan pikiran si ibu itu sendiri? ato dipngaruhi oleh keluarga yg tidak mendukung?
dipengaruhi oleh sang ibu dan kel yg mempunyai informasi yg minim di dalam masyarakat sekarang ini?? ....
Ya ALLAH miris dan sedih dgrnya .....
Kalian tau berjuta2 manfaat dr kandungan ASI ? tidak ada yg akan
menandingi kualitas ASI itu sendiri,
wlpn seorang ibu dlm keadaan kurang gizi sekalipun (kecl.yg mengalami malnutrisi berat),
wlpn ASI basi (lwt bbrp jam) sekalipun, sungguh luar biasa...subhanallah...
ASI itu insyallah msh jauuuh Lebih Baik dr susu formula....
* Bayangkan jumlah ASI 1 sendok Teh = 30cc susu formula ??
Hebatnya lg 1sdt terserap sempurna di tubuh Bayi krn ASI utk anak manusia dibandingkan
susu formula yg 30cc itu tidak tentu dpt terserap sempurna oleh tubuh bayi malahan
terbuang percuma lwt feces (maaf) bayi krn susu sapi utk anak sapi kaan?
* susu formula khusus bagi ibu2 yg tidak bisa menyusui anaknya krn mengalami
sakit parah ato alasan2 yg tidak memungkinkan anak berdekatan dgn ibunya.
*sibuk? kembali bekerja? msh banyak jalan Moms...insyallah jika niat pasti bisa.
pengalaman gw, sampe hrs bertaruh dgn posisi di kantor dan berhadapan
dgn orang2 yg ingin menjatuhkan gw? alhamdulillah ... 'kegiatan Perah ASI' dikantor gw ga sia2....
dan Alhamdulillah GW BISA dgn sgala rintangan dan hambatan
memang sangat sulit jika tdk ada niat yg bnr2 ikhlas ....
Ayooo kita berikan yg terbaik utk sang anak. Insyallah .....
ALLAH Maha Menciptakan sesuatunya dan pasti berguna bagi ciptaanNYA,
menyusui adalah ibadah, menyusui berarti memberikan Hak kepada Bayi baru lahir,
menyusui mencegah kanker rahim, dan banyak lagi kegunaan2
dr menyusui selain dr manfaat ASI itu sendiri.
ok Let's start from Now....
Ayoo berikan informasi yg terbaik ttg ASI kpd keluarga, lingkungan anda ...
insyallah bermanfaat dan berpahala.....
love,
Keep Breastfeeding Moms ?!
*masih banyak informasi2 seputar ASI, insyallah selalu ter up date*
Read more!
Oxytocin: The Love Hormone
The Love Hormones
Menurut Michel Odent, ada beberapa hormone yang dia sebut sebagai love hormone yang fungsinya saling menunjang.
Termasuk dalam Coctail ini adalah Prolaktin (the mothering hormone, dalam tataran breastfeeding hormone inilah yang merangsang diproduksinya ASI), Endorphins (hormone yang morphin-like yang berfungsi sebagai pain-relief dalam proses melahirkan) dan Oksitosin (hormone utama dalam proses persalinan).
Campuran love hormones ini terutama dilepaskan semasa love-making activity dan pada semua tahap reproduktif termasuk menstruasi, ovulasi, orgasme, ejakulasi sperma dan pengeluaran breastmilk.Produksi Oksitosin, Oksitosin adalah suatu mammalian hormone yang juga berfungsi sebagai neurotransmitter di otak.
Pada wanita, hormone ini dilepaskan oleh otak terutama setelah pelebaran cervix dan vagina yang berfungsi untuk memfasilitasi proses melahirkan serta setelah adanya stimulasi pada nipples dalam proses menyusui. Hormon ini diproduksi di bagian yang paling primitive dan dalam pada pada otak manusia yaitu hipotalamus.
Bagian otak ini aktif bekerja untuk memproduksi oksitosin ketika seorang wanita sedang dalam proses melahirkan.Kinerja Oksitosin Kalo dipilah-pilah kita bisa melihat aksi kinerja hormone ini satu-persatu:
1. Pada proses persalinan. Merangsang terjadinya kontraksi yang penting dalam proses pembukaan vagina (cervical dilatation) sebelum melahirkan dan pada tahap kedua dan ketiga proses persalinan.
2. Oksitosin dikeluarkan kedalam aliran darah saat orgasme baik pada pria ataupun wanita (Charmichael et al 1987). Pada pria hormone ini memfasilitasi transportasi sperma pada ejakulasi. Contohnya: perasaan hangat penuh kasih sayang yang di rasakan terhadap pasangan setelah berhubungan seksual.
Perasaan ini adalah hasil dari efek altruistic yang di hasilkan oleh oksitosin selama proses seksual, terutama saat orgasme.
3. Oksitosin juga membantu mengembalikan uterus pada ukuran yang sebelumnya dan membantu menghentikan pendarahan pasca persalinan, terutama pada wanita yang menyusui bayinya. Itulah sebabnya pada minggu2 pertama menyusui dirasakan adanya kontraksi rahim yang kadang pada beberapa orang menimbulkan rasa sakit.
4. Let-down Reflex. Pada wanita yang menyusui, oksitosin beraksi pada `mammary glands yang menyebabkan ASI di'turunkan' (let-down) dari tempat penampungan sehingga bisa dihisap di puting.
5. Oksitosin dan Breastfeeding Pernah lihat video tentang bayi baru lahir yang ditaruh di atas perut ibunya kemudian dia crawling mencari payudara ibunya dan berusaha mengisap nipple (rasanya ini selalu diputar saat acara pesat topic feeding)?
Tingginya level oksitosin menyebabkan ibu menjadi familiar dengan `bau' bayinya yang baru lahir dan seketika itu juga sang ibu akan lebih memilih dan mengenali bau bayinya daripada bau bayi2 lain. Ketika bayi lahir menempel padanya `bau' unik dari amniotic fluidnya. Bau ini membantu dia untuk mencari putting ibunya, yang mana memiliki bau yang serupa. Bahkan bau ini menenangkan bayi pada hari2 pertama kelahirannya.
Ketika bayi diberikan kesempatan untuk menyusui di menit2 pertama setelah kelahirannya menyebabkan oksitosin berproduksi pada level yang tertinggi baik pada ibu dan bayinya, dimana hal ini menstimulasi proses let-down refleks ketika menyusui.
Bila hormone prolaktin berfungsi dalam produksi susu dan di stimulasi oleh isapan bayi pada putting ibunya, maka oksitosin lah yang bertugas mengeluarkan ASI yang ada dari reservoir.Walaupun bayi memproduksi oksitosin sendiri pada saat menyusui, sang ibu juga mentransfer oksitosin ini pada bayi melalui ASI-nya.
Maka hal ini meningkatkan rasa nyaman dan kedekatan antara ibu dan anak. Menurut hemat saya sih ini boleh dikatakan sebagai salah satu keuntungan menyusui yang lain mengingat lifelong advantage yang ditawarkan oleh hormone oksitosin ini.
Oksitosin dan Parenting Segera setelah kelahiran si bayi adalah masa dimana wanita paling banyak memproduksi oksitosin dalam hidupnya. Hal ini karena alam telah mengatur ibu dan anak untuk merasa saling jatuh cinta – suatu stimulus yang kuat dalam terbentuknya hubungan kasih sayang dan cinta yang berperan pada aspek kesehatan, perlindungan dan kelangsungan hidup si bayi. Dipercaya bahwa tingginya level hormone oksitosin pada ibu dan bayinya pada saat kelahiran memerankan peranan penting pada terbentuknya capacity of love diantara keduanya.Oksitosin beserta love hormone tersebut juga yang menyebakan terbentuknya attachment dan bonding. Oksitosin dalam hal ini dilepaskan sebagai respon terhadap kontak social, terutama pada skin to skin contact. Oleh sebab itu hormon ini sebenernya dilepaskan setiap saat kita memeluk bayi kita terutama pada saat menyusui.Dalam attachment parenting yang selalu mengajurkan intensitas kedekatan fisikal dengan bayi kita, misalnya sharing tempat tidur alias bedding-in adalah salah satu cara untuk merangsang produksi love hormone.
Setelah melahirkan seorang ibu tetap menghasilkan oksitosin pada tingkat yang tinggi sebagai hasil dari menyusui dan memeluk bayinya, jumlah yang diproduksi tergantung pada intensitas kontak antara ibu dan bayinya. Kondisi hormonal inilah yang menimbulkan perasaan tenang dan bahagia. Pada ibu yg menyusui ditemukan level oksitosin lebih tinggi dibandingkan pada ibu yang tidak menyusui..
Kontak fisik yang teratur dan terus menerus dan aktivitas parenting yang lain dari orang tua menghasilkan peningkatan level oksitosin yang tetap, dimana bisa menurunkan stress hormone pada bayi. Penelitian psikologi menunjukkan bahwa tinggi atao rendahnya oksitosin pada anak akan mengontrol pengaturan stress pada otak bayi dimana hal ini meningkatkan karakteristik `securely attached' atau "insecure' pada masa remaja dan dewasa.
Karakteristik insecure ini termasuk didalamnya adalah tingkah laku antisocial, agresif, kesulitan dalam membentuk hubungan dengan orang lain, mental illness dan penanganan stress yang buruk.Pada ayah pun oksitosin juga berproduksi pada saat menjelang bulan2 terakhir kehamilan sang istri, juga ketika ayah meluangkan waktu yang cukup untuk berhubungan dengan anaknya maka oksitosin akan mendorongnya untuk lebih terlibat dalam aktivitas caring ini. Maka sebenernya breastfeeding father tuh alami juga… Maka kedekatan dan sentuhan antara bayi dan orang tua – ayah dan ibu nya – mampu menciptakan family bonding dengan keuntungan jangka panjang seperti yang disebutkan diatas.
Bahkan dalam penelitian2 terakhir di Negara maju, disebutkan bahwa oksitosin juga bertanggung jawab pada terbentuknya trust pada bayi dari hasil interaksinya dengan orang tuanya. Ini sejalan dengan ingat teori social trust-nya Erik Erikson, masih ingat kah? Menurut erikson, bayi akan membetuk sense of trust bila ada kesinambungan pada aktivitas caring-nya, pemenuhan yang segera terhadap kebutuhan mereka dan aksi dan respons yang resiprokal dan bisa diprediksi dari orang tuanya.
Singkatnya,bayi membentuk trust bila mereka diberikan alasan. Dengan semua kemampuannya itu oksitosin adalah satu diantara banyak `ramuan' yang digunakan oleh alam untuk memastikan bayi kita mendapatkan cinta dan kasih sayang yang diperlukan.Sayangnya, selama abad terakhir orangtua telah didorong oleh industry-educated `expert' untuk mengindahkan setiap insting mereka untuk memberikan respon pada ilmu parenting yang siap diberikan oleh si bayi melalui tangisan dan kebutuhannya akan dekapan. Masih banyak bahkan yang bilang kalo bayi nangis jangan cepet2 digendong nanti bikin manja….?
SumberBaby Matter: What your doctor may not tell you about caring for your baby, Dr. Linda Falden Palmer, 2000.The Science of Parenting, Susan Sunderland, 2006Science-Spirit – www.science-spirit.org magazine.WikipediaDisadur n diterjemahkanleh ariendra_m" ariendra_m@yahoo.com
Read more!